:: Pembangunan Pertanian ::

PEMBANGUNAN PERTANIAN

Pembangunan pertanian merupakan manifestasi dari proses modernisasi pertanian yang berdimensi usahatani, komoditas, wilayah dan butterfly26 Tembakau 1lingkungan hidup. Pengelolaan sumber daya alam yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerugian dengan rusaknya lingkungan karena dorongan insentif ekonomi dan penggunaan teknologi yang menimbulkan kerusakan lingkungan. Pembangunan pertanian selalu menyebabkan perubahan dalam sumber daya alam atau lingkungan. Oleh karena itu semua perlakuan teknologi harus terseleksi secara komprehensif sehingga penggunaan dan aplikasinya tidak akan mengurangi kualitas daya dukung sumber daya alam.

Dalam konteks Indonesia, definisi pembangunan pertanian adalah upaya-upaya yang diarahkan untuk meningkatkan :

1.      Ketersediaan dan kualitas infrastruktur pertanian dan perdesaan.

2.      Menciptakan struktur kepemilikan lahan pertanian yang lebih baik dan lebih adil.

3.      Menciptakan ketahanan pangan dan ketahanan energi.

4.      Meningkatkan kesejahteraan petani, masyarakat perdesaan dan masyarakat keseluruhan.

5.      Mengurangi desparitas kesejahteraan masyarakat perdesaan dan perkotaan.

Keseluruhan hal tersebut dilakukan dengan cara-cara pendekatan yang ramah lingkungan sehingga tidak mengurangi kapasitas produktif jangka panjang dari basis sumber daya pertanian yang kita miliki.

SYARAT-SYARAT PEMBANGUNAN PERTANIAN.

Menurut  Mosher ada 5 syarat yang tidak boleh tidak harus ada ( syarat mutlak ) untuk adanya pembangunan pertanian. Kalau satu saja diantara syarat-syarat tersebut tidak ada, maka terhentilah pembangunan pertanian, pertanian bisa berjalan tetapi statis.

Syarat-syarat mutlak itu menurut Mosher adalah :

1)  Adanya pasar untuk hasil-hasil usaha tani.

Pembangunan pertanian akan meningkatkan produksi hasil-hasil usaha tani. Hasil-hasil ini tentunya akan dipasarkan dan dijual dengan harga yang cukup tinggi untuk menutupi biaya-biaya dan tenaga yang telah dikeluarkan para petani sewaktu memproduksinya. Di dalam memasarkan hasil-hasil produk pertanian ini diperlukan adanya permintaan ( demand) akan hasil-hasil pertanian tersebut, sistem pemasaran, dan kepercayaan para petani pada sistem pemasaran tersebut.

2)  Teknologi yang senantiasa berkembang.

Teknologi pertanian berarti cara-cara bertani. Di dalamnya termasuk cara-cara bagaimana para petani menyebarkan benih, memelihara tanaman, dan memungut hasil serta memelihara ternak. Termasuk pula di dalamnya benih, pupuk, obat-obatan, alat-alat dan sumber-sumber tenaga.

3)  Tersedianya bahan-bahan dan alat-alat produksi secara lokal.

Pembangunan pertanian memerlukan kesemua factor di atas dan tersedia di berbagai tempat dalam jumlah yang cukup banyak untuk memenuhi keperluan tiap petani yang mungkin mau menggunakannya.

4)  Adanya perangsang produksi bagi petani.

Faktor perangsang utama yang membuat petani bergairah untuk meningkatkan produksinya adalah yang bersifat ekonomis. Faktor tersebut antara lain adalah harga hasil produksi pertanian yang menguntungkan, pembagian hasil yang wajar, serta tersedianya barang-barang dan jasa yang ingin dibeli oleh para petani untuk keluarganya.

5)  Tersedianya pengangkutan yang lancar dan kontinyu.

Tanpa pengangkutan yang efisien dan murah, keempat syarat mutlak lainnya tidak dapat berjalan secara efektif, karena produksi pertanian harus tersebar luas. Oleh karena itu diperlukan suatu jaringan pengangkutan yang bercabang luas untuk membawa bahan-bahan perlengkapan produksi ke tiap usaha tani dan membawa hasil usaha tani ke konsumen di kota-kota besar dan kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s